Tampilkan postingan dengan label Info dan Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info dan Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2015

Ini Sebabnya Pusar Bayi Ada yang Bodong dan Tidak Bodong

Ketika melihat bayi berusia beberapa minggu, pastinya Anda pernah memperhatikan kondisi pusar si kecil. Sebab, pada bayi ada yang berpusar bodong alias menonjol atau biasa disebut dengan hernia umbilicalis.

Dijelaskan dr Meta Hanindita, saat di dalam kandungan, bayi mendapat nutrisi dan oksigen dari ibu lewat pembuluh darah yang masuk lewat pusar. Setelah lahir, pembuluh darah ini dipotong dan disisakan tangkainya.

Nah, dalam waktu 1-2 minggu pembuluh darah yang dipotong dan disisakan tangkainya tersebut akan puput atau tanggal dan menyisakan pusar. Pada bayi yang baru saja puput, pusar memang akan tampak menonjol.

"Tapi pada beberapa bayi lain, tonjolan bisa lebih besar karena penutupan cincin pusar di bagian dalam pusar tersebut tidak sempurna," tutur dr Meta yang kini tengah mengambil pendidikan dokter spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

dr Meta menegaskan bodong tidaknya pusar bayi tidak berhubungan dengan adanya kesalahan saat menggunting pusar. Tetapi, kondisi ini bisa terjadi karena pembentukan organ bayi pada trimester pertama kehamilan yang kurang sempurna.

"Selain itu ada beberapa penelitian juga yang menyebutkan faktor genetik sebagai salah satu hal yang memengaruhi," tambah dr Meta.

Terkait kebiasaan menindih pusar bayi dengan koin agar tidak bodong, dr Piprim Basarah Yanuarso SpA (K) mengungkapkan, menutup pusar dengan koin yang dililit kasa steril tidaklah dilarang. Namun bukan berarti jika tidak ditutup koin maka pusar bayi menjadi bodong.

"Saat ini kebanyakan orang tetap menutup pusar bayi, namun lebih baik gunakan plester saja. Penggunaan koin yang penting dilakukan dengan menggunakan kasa steril juga, agar koin tidak bersentuhan langsung dengan pusar bayi. Pemakaian plester ini biasanya dilakukan hingga usia anak mencapai 2 tahun," terang dr Piprim.

Sumber :

Untuk Mengetahui Kebohongan Seseorang Ini Dia Caranya

Para ahli mengatakan sebenarnya insting kita bisa mendeteksi suatu kebohongan yang dikemukakan orang lain, sayangnya pikiran sadar menghalangi insting alami tersebut. Dengan kata lain bagi orang awam mendeteksi kebohongan cukup sulit.
Nah ternyata ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk mendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengamati kebiasaan atau bahasa tubuh si pembohong. Dr. Lillian Glass, ahli analisa bahasa tubuh yang pernah bekerja untuk FBI ini menjabarkan apa saja yang dilakukan seseorang ketika berbohong.

1. Perubahan posisi kepala

Jika Anda mengajukan suatu pertanyaan, dan orang yang Anda tanya itu merubah posisi kepala seperti memiringkan, menunduk, menarik kepala ke belakang sebelum dia menjawab berarti dia sedang berbohong.

2. Perubahan pola bernafas
Jika seseorang mulai berbohong mereka cenderung menarik nafas lebih berat, ini karena detak jantung dan aliran darah berubah (menjadi tegang dan gugup).

3. Berdiri diam


Secara reflek Anda akan berbicara sambil menggerakkan anggota tubuh, namun jika seseorang berbicara dengan posisi diam ini patut diwaspadai karena posisi kaku ini menandakan orang tersebut sedang dalam kondisi "bertahan".

4. Mengulang kata

Mengulang kata menandakan kalau orang tersebut sedang meyakinkan kebohongan kepada dirinya sendiri. Selain itu bisa juga dia sedang mengulur waktu untuk menyusun kebohongan selanjutnya.

5. Berbicara terlalu banyak

Jika Anda mengajukan pertanyaan dan orang tersebut berbalik memberondong Anda dengan jawaban-jawaban yang panjang, yang bahkan detail informasinya tidak berkaitan dengan pertanyaan Anda, bisa jadi dia sedang berbohong, pembohong biasanya memberondong Anda dengan informasi agar Anda percaya.

6. Menyentuh mulut

Memegang mulut atau bibir pada dasarnya menunjukkan kalau orang tersebut enggan untuk berbicara. Fakta yang keluar dari mulut orang yang enggan berbicara bisa jadi tidak valid.

7. Menutupi bagian rawan tubuh


Ketika orang berbohong dan menjadi gugup mereka cenderung menutupi bagian tubuhnya yang dianggap rawan seperti tenggorokan, perut, dan dada.

8. Menggerakkan kaki

Ketika orang berbohong mereka cenderung menggerakkan/menggoyang kaki, tingkah ini menunjukkan orang tersebut tidak nyaman dengan situasi yang ada dan ingin segera pergi.

9. Sulit berbicara

Untuk kasus ini biasanya ketika orang dalam kondisi stress, sistem saraf secara otomatis mengurangi produksi air liur, efeknya adalah mulut terasa kering dan susah bicara.

10. Menatap terlalu lama

Perhatikan apakah lawan bicara menatap mata Anda terlalu lama tanpa berkedip, bisa jadi dia sedang berusaha mempengaruhi Anda lewat tatapan matanya.


Sumber :